Ketika membuat desain website, pastikan Anda menambahkan navigasi yang mudah untuk dipahami agar para pengguna tidak tersesat saat menjelajahinya. Hanya saja, beberapa pemula belum tahu jika mereka wajib merancang navigasi website yang ramah pengguna.
Beberapa desainer web lebih fokus pada estetika desain, sehingga abai terhadap faktor-faktor lain seperti kenyamanan pengguna saat melakukan navigasi. Karena itu, Anda harus mengetahui bagaimana cara merancang navigasi website yang baik di bawah ini!
Cara Merancang Navigasi Website
Sebelum membahas cara merancangnya, Anda harus tahu dulu apa itu navigasi dalam website. Istilah ini merujuk pada komponen website yang bisa membantu pengguna menjelajahinya, entah itu untuk mencari sesuatu, berpindah ke laman lain, dan seterusnya.
Anda pun tidak perlu khawatir karena cara merancang navigasi website itu sama sekali tidak sulit, tinggal ikuti beberapa langkah di bawah ini!
1. Tentukan Struktur Navigasi
Sebagai langkah yang pertama, Anda perlu menentukan struktur navigasi website terlebih dulu. Strukturnya bisa Anda sesuaikan dengan tujuan pembuatan web, entah itu sebagai toko online, portal berita dan informasi lainnya, web perusahaan, atau web lainnya.
Jika fungsi dari website tersebut adalah untuk toko online, maka Anda bisa memilih navigasi linier. Pada struktur ini, user hanya bisa berpindah dari satu halaman ke halaman lain secara bertahap. Contohnya dari keranjang ke checkout ke pembayaran.
Namun untuk website perusahaan, Anda bisa membuatnya dengan struktur navigasi non-linier. Artinya, user bisa berpindah ke berbagai halaman yang ada di tombol menu, dari profil perusahaan, visi misi perusahaan, karir, blog, dan berbagai laman lainnya.
Khusus untuk portal berita dan informasi, struktur yang paling ideal adalah struktur navigasi hirarki. Anda bisa memasukkan konten ke dalam beberapa kategori dan subkategori, sehingga user bisa berpindah dari satu topik ke topik lain melalui tombol navigasi tersebut.
2. Buat Rancangan Layout
Untuk memudahkan proses desain, Anda perlu membuat rancangan layout. Tentukan di mana Anda akan menyimpan menu dan sub-menu. Usahakan untuk menempatkan keduanya di tempat yang umum, misalnya di sudut kanan atas atau di sudut kiri atas website.
Tujuannya agar user bisa langsung paham di mana mereka bisa melakukan navigasi dalam tiga detik pertama setelah mereka membuka website. Tipsnya adalah tidak membuat terlalu banyak menu, mengingat hal itu malah akan membuat user semakin bingung.
Khusus untuk website marketplace atau e-commerce, Anda bisa menambahkan menu tambahan di interface website. Aturan tentang tidak membuat menu terlalu banyak bisa Anda lupakan. Hal ini karena Anda harus menonjolkan keandalan di web tersebut.
Pada e-commerce dan marketplace, Anda harus menunjukkan bahwa semua yang user cari sudah ada di website Anda. Jadi Anda boleh-boleh saja membuat banyak tombol navigasi untuk seluruh layanan yang tersedia dan menaruhnya di halaman utama.
3. Tambahkan Breadcrumbs
Penting untuk Anda catat bahwa kata “breadcrumbs” di sini bukan remahan roti secara literal. Istilah ini lebih merujuk pada informasi di mana user sedang berada. Pada umumnya lokasi breadcrumbs ada di atas, sehingga user bisa melihatnya dengan jelas.
Contohnya jika user sedang membaca visi misi perusahaan, maka di breadcrumbs akan tertulis “Menu > Tentang Kami > Visi Misi”. Jadi, jika user ingin kembali ke “Tentang Kami”, mereka tinggal mengklik breadcrumbs, bisa membuat navigasi lebih mudah.
4. Tambahkan Taksonomi untuk Mempermudah Pencarian Topik
Pada dunia website, taksonomi bisa Anda artikan sebagai tag atau tagar. Tujuannya agar memudahkan navigasi user saat mereka ingin memperdalam topik tertentu. Contohnya di portal berita, Anda bisa menambahkan tagar yang sesuai dengan topiknya.
Pada berita tentang kebakaran hutan misalnya, Anda bisa menambahkan tag “karhutla” “kebakaran hutan” dan tagar lain yang relevan. Jadi user tinggal mengklik tagar tersebut jika ingin membaca berita lain tentang kebakaran hutan.
Penutup
Itulah cara merancang navigasi website yang harus Anda lakukan agar user bisa berpindah dari satu halaman ke halaman lain dengan mudah. Selalu pastikan tombol navigasi mudah dipahami dan responsif agar user betah menjelajahi web Anda dalam waktu lama.
Apa perspektif Anda?