Ada banyak cara untuk berbisnis di website, salah satunya dengan mengaitkan formulir pemesanan. Hanya saja, banyak orang tidak sadar bahwa kesalahan desain formulir bisa membuat user tidak jadi melakukan pemesanan dan gagal membeli produk Anda.
Karena itu, pastikan Anda tahu bagaimana cara merancang desain formulir dengan baik dan benar agar terbebas dari segala kesalahan tersebut. Anda juga bisa mempelajari apa saja kesalahan yang umum terjadi dalam perancangan desain formulir di sini.
Kesalahan Desain Formulir
Tahukah Anda bagaimana jika formulir tidak dirancang dengan baik dan benar? Ternyata, akibatnya bisa fatal bagi bisnis karena user biasanya ogah submit di formulir yang tidak jelas. Meskipun sudah submit, proses pengolahan datanya tidak akan maksimal.
Maka dari itu, pastikan Anda menghindari semua kesalahan pada desain formulir berikut ini agar hasilnya lebih optimal dan memuaskan!
1. Menu Drop Down yang Tidak Responsif
Pada saat membuat formulir, terkadang Anda menyediakan pilihan melalui menu drop down. Tombolnya ada di samping kotak jawaban dengan ikon panah ke bawah. Untuk melihat ragam pilihannya, user perlu mengklik menu drop down tersebut.
Hanya saja, menu tersebut tidak responsif dan tidak menampilan pilihan-pilihan yang lain. Contohnya pada kolom yang meminta alamat dan harus memilih nama negara yang sesuai, provinsi, kota/kabupaten, dan lainnya. User harus mengklik drop down untuk mengisinya.
Namun jika tidak responsif, user akan kesulitan untuk mengisi kolom dengan alamat yang tepat. Inilah salah satu sumber masalah pada desain formulir yang sering membuat user gagal belanja. Niat untuk beli sudah ada, namun rasa frustasi bisa mengalahkannya.
2. Pop-up Error yang Tidak Bisa Teratasi
Lalu kira-kira, apa saja kesalahan desain formulir selain menu drop down yang tidak responsif? Salah satu masalah lain yang paling umum terjadi adalah pop-up error. Jika hanya satu kali dan bisa langsung teratasi, sebenarnya user masih bisa memaklumi.
Tapi jika pop-up error terus muncul berkali-kali dan tidak bisa user atasi sendiri, keinginan untuk memesan atau membeli produk pun akan kandas begitu saja. User akan memilih untuk mengklik tombol kembali dan mencari toko yang lain.
3. Pemilihan Kata yang Tidak Jelas dan Membuat User Semakin Bingung
Pada dasarnya, desain formulir yang baik terdiri dari pemilihan kata yang singkat, padat, dan jelas. Jangan sampai Anda memilih kata-kata atau perintah yang tidak jelas sehingga membuat user kebingungan. Hal ini bisa membuat user tidak jadi melakukan transaksi.
Kata-kata yang tidak jelas bisa membuat proses pengisian formulir jadi lebih sulit daripada yang seharusnya. Pada tombol langkah-langkahnya pun, lebih baik Anda memilih perintah yang jelas. Contohnya seperti “Lanjutkan”, “Berikutnya”, atau “Kirim”.
4. Kolom Syarat dan Ketentuan yang Sulit Diceklis
Pada kasus-kasus tertentu, Anda harus menyisipkan syarat dan ketentuan pada formulir. Hanya saja, terkadang kolom untuk menceklisnya terlalu kecil, sehingga user kesulitan untuk menceklisnya. Hal ini bisa membuat mereka berubah pikiran dan tidak jadi membeli.
Karena itu, ketika melakukan testing, Anda perlu memastikan jika kolomnya cukup besar dan responsif. Jadi, user hanya perlu mengkliknya sekali untuk menceklis syarat dan ketentuan. Ini juga berlaku untuk pilihan menu lain yang memerlukan kolom ceklis.
5. Tidak Bisa Mengedit Kesalahan Ketik
Faktanya, banyak user yang bertanya-tanya bagaimana cara mengedit apabila salah dalam mengisi formulir. Sebagai orang yang membuatnya, Anda harus bisa memastikan bahwa proses pengeditannya mudah. Bisa dengan menambah tombol edit setelah submit.
Hal ini karena kebenaran isi formulir itu penting, bukan hanya untuk user namun juga untuk Anda sebagai pemilik bisnis. Karena itu, pastikan Anda menambah kenyamanan user saat membeli produk di website Anda, salah satunya dengan kemudahan mengedit.
Pasalnya, jika formulir tidak bisa diedit, user bisa membatalkan pesanan tanpa membuat pesanan ulang. Bisa jadi karena terlanjur kesal karena tidak bisa mengedit atau terlalu malas karena harus mengisi formulir dari awal lagi.
Penutup
Itulah beberapa kesalahan desain formulir yang harus Anda hindari agar user melanjutkan transaksi dan membuat Anda mendapatkan konversi. Hal ini penting karena pengisian formulir adalah bagian dari user experience.
Apa perspektif Anda?